Selasa, 28 Januari 2020

Memenangkan Ideologi Pancasila

Ini penerjemahan paling vulgar & provokatif dr "Bumi Milik Allah". Selama mereka berlindung di balik itu, mereka merasa punya hak moral apapun u/ melakukan apapun. Kita sudah DEFENSIF (dan pd tingkat tertentu kebobolan gol) dlm soal ideologi. Tp blm terlambat
Dgn pendekatan spt sekarang, Indonesia bisa jd Pakistan. Bisulnya akut, mengganggu & bikin meriang. Matang tp tak pecah2. Nasionalis pun gak kompak: pendekatan progresif akan dilawan o/ nasionalis konservatif yg merasa aman gandengan dgn religius konservatif
Sementara religius progresif nyaris sendirian di lapangan menghadapi religius konservatif krn nasionalis progresif dikunci o/ pitingan nasionalis konservatif yg siap memasok isu "PKI" ke religius konservatif u/ dilemparkan ke muka nasionalis progresif



Foto td mau bilang dgn cara vulgar bhw "Bumi Milik Allah & masyarakat itu gak ada". Masyarakat gak ada itu mirip slogan Neoliberalisme Thatcher. Kata dia yg ada cuma individu konsumen di dpn Pasar. Bagi neokonservatif religius yg ada cuma UMAT DI BUMI ALLAH
Masyarakat yg dianggap tak ada o/ religius neokonservatif ini ada 2 kategori: 1. Sbg pembayar pajak yg punya fasilitas jalan umum. Mereka diingkari hak-nya atas jalan umum krn jalan ada di bumi milik Allah. Bebas dipakai umat KAPAN PUN u/ menyembah yg punya Kategori 2: Masyarakat sbg pemilik modal sosial jg dianggap tak ada. Religius neokonservatif tdk merasa perlu u/ minta tolong pemilik2 rumah di tepi jalan u/ menumpang ibadah. Mereka anggap modal sosial gotong royong tak ada. Kenapa?

 Krn masyarakat tdk ada! Karena dasar berpikirnya MASYARAKAT TAK ADA maka segala kontrak sosial ttg negara & aturan2nya serta etika sosial bisa dilanggar o/ umat atas nama SEGALA HAL JADI HAK MEREKA DI BUMI MILIK ALLAH
Kualitas kontrak sosial kita bernegara masih spt MoU (Memorandum of Understanding) yg isinya dangkal. Memang ada validasi sosial & legal. Tp di era digital tak cukup. Harus ada validasi digital. Akibatnya? Yg sosial mudah disangkal, yg legal mudah dijegal Bagaimana spy Pancasila tidak defensif? Berhenti menyamakan Pancasila seolah 5 dasar yg kita hapal itu..Pancasila itu adalah ISI PEMBUKAAN UUD 45. Pancasila yg kita hapal itu statis & defensif tp Pancasila dlm konteks Pembukaan UUD 45 itu dinamis & ofensif.
Pancasila yg statis & defensif itu dasar negara. Tp utk jd pandangan hidup ia harus ofensif & dinamis krn itu tanda kehidupan. Ia menenuhi syarst jd ideologi krn ditopang metodologi berpikir dr tahap melindungi bangsa Indonesia hingga memperbaiki dunia
Spy tetap relevan sbg ideologi di era #Revolusi40, maka ia harus punya ekspresi teknologinya. Ia bukan cuma urusan politisi atau birokrasi tp urusan IT & bioteknologi. Krn yg berideologi adalah manusia dgn otak terpapar lewat gadget-nya, harus berstrategi!

Rezim OTORITER itu MUDAH dikalahkan dgn demonstrasi damai & massif spt 1998. Tp dalam sejarah, ideologi TOTALITER yg berkuasa cuma bisa dikalahkan dgn kekerasan massif. Jgn mau kita digiring ke sana. Cegah sebelum mereka berkuasa krn harga obatnya amat mahal
Pancasila sendiri adalah dasar negara sumbangan nasionalis progresif, religius progresif & religius konservatif moderat. Ini ideologi pendiri2 Indonesia. Religius neokonservatif yg bersifat transnasional & nasionalis konservatif lah yg membajak Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar